BERITA TERBARU
BERITA TERBARU
BERITA TERBARU
BERITA TERBARU
BERITA TERBARU
BERITA TERBARU
BERITA TERBARU
BERITA TERBARU
Untuk Masuk dan Daftar akan kami arahkan ke laman Subscribe Investor Daily
JAKARTA, investor.id – Kemunculan PT International Crypto Exchange (ICEX) sebagai bursa kripto di awal 2026 ini menjadi penantang baru bagi PT Central Financial X alias CFX di industri kripto Tanah Air.
Pengelolaan ICEX yang berada di bawah PT Fortuna Integritas Mandiri disebut-sebut memperoleh dukungan kuat dari pengusaha kakap asal Kalimantan Selatan (Kalsel), Samsudin Andi Arsyad atau Haji Isam.
Baca Juga:
Mantan CEO Tokocrypto Pang Xue Kai melalui akun LinkedIn pribadinya, mengunggah pengangkatan dirinya sebagai President Director ICEX pada Sabtu (3/1/2026). Penunjukannya sebagai bos ICEX merujuk pada Keputusan OJK No. KEP-28/D.07/2025 pada 19 Desember 2025.
“ICEX berkomitmen membangun bursa kripto yang terbuka, transparan, inklusif, dan inovatif," tutur Kai dalam unggahan di akun sosial medianya tersebut dikutip, Selasa (6/1/2026).
Struktur manajemen ICEX juga diisi profesional berpengalaman. Rizky Indraprasto menjabat Chief Financial Officer, sementara Andrew Marchen ditunjuk sebagai Chief Technology Officer. Komposisi ini merefleksikan fokus ICEX pada penguatan tata kelola, teknologi, dan manajemen risiko.
Kai menjelaskan, ICEX akan menonjolkan pengembangan Real World Asset (RWA) atau tokenisasi aset dunia nyata, layanan kustodian kripto, serta inisiatif stablecoin nasional. Tak berlebihan, ICEX digadang-gadang menjadi penghubung antara investor global dan ekonomi digital Indonesia.
Sebagai Self-Regulatory Organization (SRO) yang disetarakan dengan bursa saham tradisional, ICEX mengemban tiga fungsi: bursa, kliring, dan kustodian. Integrasi fungsi tersebut akan meningkatkan perlindungan aset, memperkuat likuiditas, serta membangun kepercayaan investor institusi melalui proses penyelesaian transaksi yang lebih efisien.
Baca Juga:
Sebelum ICEX muncul, bursa kripto hanya dioperasikan oleh CFX yang sudah mengantongi izin operasi sebagai bursa kripto domestik. Masuknya pemain baru dengan dukungan modal besar dan manajemen berpengalaman diperkirakan bakal meningkatkan persaingan layanan, inovasi produk, hingga kualitas tata kelola di sektor ini.
Selain ICEX, beberapa tokoh lain juga dikabarkan tengah menyiapkan bursa kripto baru. Nama-nama besar seperti pendiri Indodax Oscar Darmawan serta CEO PT Sentra Bitwewe Indonesia Hamdi Hassarbaini mencuat dan disebut sedang dalam proses mengajukan perizinan kepada OJK.
OJK pun membenarkan bahwa saat ini terdapat dua bursa aset kripto baru yang dalam proses evaluasi izin operasional. Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK Hasan Fawzi menyampaikan, proses perizinan berjalan secara bertahap sesuai ketentuan yang berlaku. “Masih dalam proses. Masih ada dua bursa baru yang mengajukan OJK,” ujar Hasan, baru-baru ini.
Baca Juga:
Hasan menjelaskan, bursa kripto yang sudah ada sebelumnya—yang berizin di Bappebti—kini berada dalam pengawasan OJK setelah alih pengaturan sektor aset kripto.
Dirinya menegaskan, tidak ada target waktu penerbitan izin. Persetujuan hanya diberikan apabila seluruh persyaratan administrasi, kelembagaan, hingga fit and proper test pengurus terpenuhi.
“Sepanjang mereka sudah menyelesaikan seluruh kriteria dan persyaratannya, tentu akan terbit persetujuannya,” tandas Hasan. Adapun alurnya, proses perizinan dilakukan sejak dokumen masuk ke sistem Sprint OJK dan langsung diproses pengawas sesuai tahapan yang berlaku.
Editor: Muawwan Daelami
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
